:::: Goresankuu, 21 juni 2011 :::::
Malam telah datang dengan segala kesunyiannya.
Bintang malam ini tak tampak. Bagaimana tahu tidak tampak,
sejak matahari sembunyi dibelahan dunia lain. Aku tak melihat dan tak melihat
keluar, meski harus mengintip apakah bintang ada malam ini?
Ahh terlalu sibuk dengan segala urusan yang ada.
Stamina yang semakin menurun. Apakah 25 tahun kedepan kita
masih bisa tetap sehat, sedang sekarang stamina itu menurun secara
perlahan-lahan.
Tuhan....Engkau pemilik Hati ini, Pemilik segala kehidupan
ini, Pemilik Alam semesta ini. Pemilik.....entah segalanya milik-MU.
Bahwasanya ku ingin mempercayai diriku sendiri.
Bahwasanya ku ingin percaya bahwa aku mampu seperti mereka.
Bahwasanya aku bisa!!!!!
Melihat kata-kata yang tersusun indah oleh jari-jari mereka.
Aku iri...... iri melihat mereka bisa, sedangkan aku.....????
Berjuta tanda tanya aku bisa seperti mereka.
Aku ingin ada, ingin semua orang tahu bahwasanya aku ada
untuk mereka. Aku ada hidup di dunia ini, tidak hanya menjadi pemenuh umat
manusia, tetapi aku ingin berguna.
Yaa Allah aku kulai dari mana untuk memulai merubah segala
kekurangan yang terbatas ini.
Aku memilki segalanya.
Mata, telinga, mulut, tangan dan kaki yang sempurna. Meski
pertumbuhan tubuhku tak seperti usia ku sekarang. Entah karena penyakit, entah
karena kurang gizi, entah karena faktor keturunan. Tetapi aku sudah begitu
sempurna dengan penciptaan-NYA.
Dimana sebenarnya letak kekuranagn ku Tuhan.
Kepada manusia mana seharusnya ku ceritakan setiap keluh
kesah hidup ini.
Orang tua, teman, pacar atau layar terpaku ku?????
Aku terlalu takut berbagi kesedihan kepada mereka.
Mereka terlalu lelah dengan kehidupannya masing-masing.
Bagaiman jika ditambah dengan segala keluh kesah
keseharianku.
Tidak mungkin, aku tak ingin selalu bergantung pada manusia
mana pun.
Sesungguhnya aku hanya ingin bergantung pada-MU. Tetapi
Engkau tak pernah mendengar apa yang aku inginkan. Engkau belum juga merespon
semua yang aku inginkan.
Apakah semua yang aku inginkan belum pantas aku rasakan
sekarang???
Yaaa, aku hanya bisa berharap. Berharap suatu hari nanti
Engkau berbaik hati memberikan segala apa yang aku inginkan. Tentunya dengan
usaha yang aku lakukan sekarang.
Percaykan ku untuk setiap janji-janji-MU itu.
Meski aku tak perlu bersedih dengan apa yang telah
digariskan dalam hidup ku. Tohh mereka juga mungkin sama seperti apa yang aku
rasakan, tetapi berbeda dalam mengekpresikannya.
Tuhan... aku tak pernah mengerti apa sebenarnya kemauan hati
ini???
Terus mencari, dan mencari.
Agar dia puas tentram dan damai!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar